This site uses cookies. By continuing, your consent is assumed. Learn more

139.3fm shares

Apakah homosexual bisa menular

opinion

Hidup sebagai Asian Gay itu tidak lah mudah, banyak sekali tantangan selama menjalani kehidupan. Apalagi bila bicara tentang Indonesia yang masih konservatif, tidak sedikit penduduknya yang gay akhirnya merasa hidup di luar negeri sebagai pilihan terbaik dimana di Australia, "Apakah homosexual bisa menular," mereka lebih bisa diterima dan menjadi diri sendiri.

Selain itu, Victorian AIDS Council selalu menghimbau agar setiap pasangan gay lebih peduli dan rutin memeriksakan kesehatan mereka. Disediakan pula fasilitas klinik dan konseling untuk berbagi cerita dan saling membantu bila ada masalah yang sedang dihadapi. Bertugas sebagai koordinator workshop — workshop yang diadakan, Budi juga kerap diminta untuk menjadi fasilitator dan memberikan pelatihan untuk para sukarelawan.

Kepada BUSET Budi bercerita mengenai masa dimana ia membuka diri sebagai gay serta opininya mengenai kehidupan seorang homoseksual. Awalnya sih untuk cari teman di sini ya, dari ikutan workshop kemudian ikut pelatihan jadi fasilitator. Selain buat social lifeaku ikutan juga untuk seperti mengkonfirmasi bahwa saya memang seorang gay dengan mencari jawaban — jawaban akan pertanyan — pertanyaan yang selama ini ada di pikiran saya.

Lalu aku balik Indonesia, dan pas di sana lihat kantor ini lagi hiringcoba apply terus keterima dan pindah balik lagi ke Melbourne sampai sekarang. Menurut Budi, bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri Apakah homosexual bisa menular gay yang takut ditolak masyarakat sekitarnya? Banyak sekali dari Asia dan juga negara lainnya yang beranggapan karena saya gay maka saya ini berbeda dengan teman — teman lain atau derajat sosial saya lebih rendah.

Tetapi dari Asia ada satu permasalahan lagi yang cukup rumit yaitu permasalahan keluarga. Kita bisa lihat pertama dari latar belakang mereka. Kalau mereka datang dari latar belakang yang sangat agamais itu sepertinya wajar mereka in-denial.

Ketika partisipan percaya bahwa LGBT...

Pasti ada perasaan konflik dalam diri sendiri. Ada yang in-denial sampai menikah dan punya anak. Tetapi bukan berarti mereka tidak berhubungan seks banyak dengan sesama jenisnya.

Gay dan Lesbian itu sebuah jati diri, jadi bukan karena ikut — ikutan. Anggapan seseorang itu menjadi gay karena lingkungan itu tidak ada. Kalau mau coba — coba berarti dari awal sebenernya ada rasa ketertarikan dong?

Saran saya, tanamkan pada diri sendiri Apakah homosexual bisa menular mengatakan bahwa menjadi gay dan lesbian itu tidak salah, itu bukan dosa, itu bukan hukuman dari Tuhan.

Sekarang saja sudah ada beberapa imam yang mengatakan bahwa gay dan lesbian itu bukan dosa, juga beberapa Pastor yang bilang demikian karena itu adalah jati diri kita.

Berusahalah mencari teman yang supportive ke kalian sebagai gay. Kalau ke keluarga sih itu kembali Apakah homosexual bisa menular diri masing — masing dan keluarga. Kalau memang sangat sulit, mungkin bisa mencoba mencari alasan lain ketika ditanya kapan akan berumah tangga sampai suatu saat nanti keluarga bisa menyadari situasinya.

Dan yang bikin in-denial itu kan sebenarnya bukan karena diri sendiri tetapi faktor ketakutan terhadap lingkungan; bagaimana tanggapan mereka nanti.

Kalau lingkungan sosial bisa terima, berarti ga masalah kan? Waktu itukeluarga yang nanya saya langsung apakah saya gay atau tidak.

Tetapi butuh beberapa tahun hingga mereka benar — benar bisa comfortable. Tidak cuma bapak ibu, tetapi keluarga besar sangat menerima. Beruntung banget aku punya keluarga seperti ini. Karena banyak sekali keluarga yang ga bisa nerima anaknya itu gaymau dijelasin seperti apa pun. Ini lah pentingnya punya keluarga lain atau teman dan lingkungan yang supportive akan keadaan kalian. Apabila Apakah homosexual bisa menular belum bisa terima, bersabarlah.

Fokus dulu terhadap lingkungan yang mendukung dan terus berharap seiring berjalannya waktu, keluarga akan bisa terima.

News feed